Oleh: Chaka | 12 March 2013 | 20:20 WIB
Lambang Fasilitas Kesehatan di Indonesia
Kenapa lambang kesehatan ditandai dengan
sebuah palang yang menyerupai tanda jumlah?
Tulisan ini akan sedikit menguraikan secara
singkat tentang lambang kesehatan yang
berbentuk tanda tambah atau lebih di kenal
palang merah.
Sejarah Lambang Palang merah
Sejarahnya berawal dari sebuah peperangan
yang terjadi di Negara Swiss daerah kota
Solverino. Saat itu seseorang dalam perjalanan
menuju kota Solverino melihat banyaknya korban
perang yang mati dan terluka parah tanpa ada
yang menolong dan menyelamatkan mereka.
Orang itu yang bernama Henry Dunant prihatin
akan hal ini sehingga ia berpikir untuk melakukan
sesuatu, melalui bukunya, Henry Dunant
menawarkan untuk pertolongan pada korban
perang. Buku itu dideklarasikan di Jenewa dan
pada tahun 1863, sebuah komite lima-anggota,
yang disebut International Commitee of the Red
Cross (ICRC), berembuk untuk mempelajari
usulan Henry Dunant.
Rembukan yang dilakukan oleh lima orang tokoh
tersebut berkembang mebawa kemajuan untuk
pertolongan pada korban perang selanjutnya.
Namun permasalahan lain yang serius adalah
sebuah tanda untuk kenetralan anggota atau
kelompok medis tersebut. Demi keselamatan
medis pada saat menolong di tengah-tengah
peperangan di perlukan sebuah lambang.
Persoalan ini memunculkan gagasan untuk
menentukan satu lambang internasional yang
akan dipakai seluruh dunia. Kelompok yang
membawa lambang ini nantinya akan dikenal
tentara saat perang dan dilarang untuk terlibat
dalam peperangan atau di perangi.
Musyawarah lima orang tokoh tersebut
bersepakat menentukan palang Merah sebagai
lambang kelompok medis yang akan menolong
korban perang. Palang merah ini diambil dari
inspirasi Henry Dunant yang pada saat berada di
antara korban perang, dia melihat posisi strategi
peperangan yang dilakukan dengan bentuk
seperti salib. Dari sinilah inspirasi bentuk salib
pada lambang kelompok medis bermula.
Makna lambang dan perkembangannya di
Indonesia
Makna lambang yang berbentuk salib,
menandakan kenetralan dari pihak-pihak yang
saling berperang dan sebagai palang untuk tidak
di perangi atau ditembak. Lambang ini di pakai
semua Negara sebagai lambang medis untuk
menolong korban perang di negaranya maupun
sebagai medis untuk bantuan kemanusiaan
terhadap negara-negara yang sedang perang. Di
Indonesia sendiri juga memakai lambang ini
sebagai kegiatan medis di sebuah organisasi yang
bernama Palang Merah Indonesia.
Palang Merah Indonesia bertugas sebagai
organisasi untuk bantuan kemanusiaan untuk
luar dan dalam negeri. Luar negeri seperti
contohnya untuk bantuan medis untuk korban
konflik Israel dan Palestina. Dalam negeri seperti
bantuan untuk korban bencana alam contohnya
tsunami Aceh. Selain PMI ada juga PMR (Palang
Merah Remaja) yang anggotanya terdiri dari para
remaja tingkat SMP dan SMA.
Lambang Palang merah di Indonesia telah
berkembang pesat. Perkembangannya terjadi di
setiap bentuk fasilitas kesehatan, mulai dari Balai
pengobatan di tingkat desa sampai Rumah sakit
di tingkat kabupaten/kota. Dan terkadang
warnanya tidak merah lagi melainkan terkadang
bermacam-macam warna sesuai kebijakan
rumah sakit masing-masing. Lambang ini di
Indonesia di pakai sebagai bentuk lambang
pertolongan medis dan kesehatan pada
masyarakat yang memerlukan. sehingga tidak
heran rumah sakit menggunkan lambang ini
sebagai logo, lambang dan simbol rumah
sakitnya. Begitu juga peta suatu kota biasanya
memakai lambang ini sebagai lambang informasi
letak tempat kesehatan seperti rumah sakit dan
puskesmas.
Sabtu, 12 Oktober 2013
Lambang Palang Merah Menjadi Lambang Rumah Sakit
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar